KUNCI JAWABAN
BAB 1
A.
- B
- D
- E
- A
- A
- E
- A
- D
- A
- C
B.
1. Kesempatan kerja adalah tersedianya lapangan kerja bagi angkatan kerja yang membutuhkan pekerjaan. Tenaga kerja adalah penduduk yang berusia 15 tahun ke atas untuk negara-negara berkembang seperti Indonesia dan berusia antara 15 hingga 64 tahun untuk negara-negara maju. Angkatan kerja adalah penduduk dalam usia kerja (15 tahun ke atas), baik yang bekerja maupun yang tidak bekerja.
2. a) Pengangguran terbuka adalah situasi di mana orang sama sekali tidak bekerja dan berusaha mencari pekerjaan.
b) Setengah menganggur adalah situasi di mana orang bekerja, tetapi tenaganya kurang termanfaatkan diukur dari curahan jam kerja, produktivitas kerja, dan penghasilan yang diperoleh.
c) Pengangguran terselubung adalah jenis pengangguran yang terjadi karena tenaga kerja tidak bekerja secara optimal.
3. Hubungan antara jumlah penduduk, angkatan kerja, kesempatan kerja, dan pengangguran adalah sebagai berikut.
Semakin besar jumlah penduduk, kemungkinan besar jumlah angkatan kerja pun semakin besar. Jika hal ini tidak diikuti dengan perluasan kesempatan kerja, maka jumlah pengangguran akan semakin besar pula.
4. Penyebab pengangguran:
a) Turunnya kegiatan perekonomian suatu negara. Kondisi tersebut diikuti oleh turunnya daya beli masyarakat, sehingga memaksa perusahaan untuk mengurangi atau menghentikan produksi dan memberhentikan sebagian pekerja.
b) Perubahan struktur perekonomian. Perubahan tersebut memerlukan keterampilan baru agar dapat menyesuaikan diri dengan keadaan baru. Selain itu, penggunaan alat yang semakin canggih juga dapat menyebabkan pengangguran. Karena dengan adanya alat yang semakin canggih, suatu pekerjaan dapat diselesaikan dengan sedikit tenaga kerja saja.
c) Kesulitan temporer dalam mempertemukan pemberi kerja dan pelamar kerja. Kesulitan temporer ini antara lain pemberi kerja membutuhkan waktu untuk menentukan pilihan dan pelamar kerja juga membutuhkan waktu untuk memutuskan pilihan. Selain itu, jarak dan kurangnya informasi juga dapat menyebabkan pengangguran. Adanya masalah jarak dan kurangnya informasi menyebabkan pelamar kerja tidak mengetahui dimana ada lowongan dan pemberi kerja tidak mengetahui dimana tersedia pelamar kerja yang memenuhi syarat.
d) Adanya pergantian musim, sehingga ada waktu yang tidak terpakai karena tidak ada pekerjaan dari musim yang satu ke musim lainnya.
5. a) Pengangguran friksional adalah pengangguran yang terjadi karena kesulitan temporer dalam mempertemukan pemberi kerja dan pelamar kerja.
b) Pengangguran stuktural adalah pengangguran yang terjadi karena perubahan struktur perekonomian.
c) Pengangguran musiman adalah pengangguran yang terjadi karena pergantian musim.
6. Dampak pengangguran terhadap kegiatan ekonomi masyarakat:
a) Menurunkan nilai pendapatan nasional dan pendapatan per kapita.
b) Menurunkan penerimaan negara.
c) Meningkatkan beban psikologis yang berpengaruh pada berbagai perilaku dalam kehidupan sehari-hari.
d) Meningkatkan biaya sosial sebagai akibat meningkatnya tindak kejahatan.
7. Cara mengatasi pengangguran:
a) Cara mengatasi pengangguran siklis
Pengangguran siklis dapat diatasi dengan peningkatan daya beli masyarakat melalui tambahan penghasilan. Untuk itu, pemerintah harus membuka proyek-proyek yang bersifat umum dan memperluas pasar barang dan jasa yang dapat menambah permintaan.
b) Cara mengatasi pengangguran struktural
Pengangguran struktural dapat diatasi dengan pengadaan pendidikan dan pelatihan sebagai persiapan untuk berkarier pada pekerjaan yang baru, memindahkan tenaga kerja dari tempat yang tidak membutuhkan ke tempat yang membutuhkan, meningkatkan mobilitas tenaga kerja dan modal yang ada, serta mendirikan industri yang bersifat padat karya sehingga mampu menampung tenaga kerja yang menganggur.
c) Cara mengatasi pengangguran friksional
Pengangguran friksional dapat diatasi dengan mengusahakan informasi yang lengkap tentang permintaan dan penawaran tenaga kerja serta menyusun rencana penggunaan tenaga kerja sebaik mungkin.
d) Cara mengatasi pengangguran musiman
Pengangguran musiman dapat diatasi dengan pemberian informasi yang jelas tentang adanya lowongan kerja pada bidang lain dan melatih seseorang agar memiliki keterampilan untuk dapat bekerja pada ”masa menunggu” musim tertentu.
8. Berbagai usaha pemerintah untuk memperluas kesempatan kerja:
a) Menciptakan hubungan kerja yang baik antara pengusaha dan karyawan sehingga pengusaha dapat mempekerjakan karyawan secara optimal.
b) Mengusahakan pengiriman tenaga kerja ke luar negeri.
c) Menyalurkan, menyebarkan informasi ketenagakerjaan sehingga dapat mengatasi kesulitan temporer dalam mempertemukan pemberi kerja dan pelamar kerja.
d) Membuka proyek-proyek padat karya sehingga mampu menampung tenaga kerja yang menganggur.
9. Usaha pemerintah untuk meningkatkan mutu tenaga kerja antara lain dengan mendirikan berbagai pusat latihan kerja yang bertujuan untuk melatih orang menjadi terampil, berinisiatif, dan kreatif. Usaha ini disertai pula dengan peningkatan mutu sekolah kejuruan, penciptaan kondisi yang kondusif bagi penanaman modal, serta program transmigrasi dan keluarga berencana.
10. Berbagai masalah ketenagakerjaan yang dihadapi oleh pemerintah Indonesia:
a) Tingkat pengangguran yang masih tinggi sehingga menimbulkan dampak negatif terhadap pembangunan ekonomi nasional.
b) Mutu tenaga kerja yang relatif rendah dibandingkan tenaga kerja asing sehingga menambah jumlah pengangguran.
c) Kekerasan terhadap tenaga kerja Indonesia di luar negeri.
BAB 2
A.
- B
- B
- B
- E
- A
- A
- C
- D
- A
- C
B.
1. Pembangunan nasional adalah suatu rangkaian usaha yang dilakukan secara berkesinambungan dalam semua bidang kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara untuk menuju suatu keadaan yang lebih baik.
2. Tujuan jangka pendek pembangunan nasional adalah meningkatkan taraf hidup, kecerdasan, dan kesejahteraan masyarakat yang semakin adil dan merata serta meletakkan landasan yang kuat untuk tahap pembangunan selanjutnya. Sedangkan tujuan jangka panjang pembangunan nasional adalah mewujudkan suatu masyarakat adil dan makmur yang merata, baik material maupun spiritual, berdasarkan Pancasila di dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang merdeka, bersatu, dan berdaulat dalam suasana perikehidupan bangsa yang aman, tenteram, tertib, dan dinamis dalam lingkungan pergaulan dunia yang merdeka, bersahabat, tertib, dan damai.
3. Beberapa kelemahan ekonomi Indonesia pada masa Orde Baru:
a) Bahan dasar industri banyak yang harus diimpor
b) Kesenjangan sosial
c) Sistem perbankan yang belum mantap
d) Ketergantungan pembiayaan dari pinjaman luar negeri
e) Menumpuknya pembayaran pokok dan bungan pinjaman luar negeri
4. Masa dan prioritas Pelita:
| No. | Pelita | Masa | Prioritas |
| 1. | Pelita I | 1 April 1969-31 Maret 1974 | Sektor pertanian dan industri yang mendukung sektor pertanian. |
| 2. | Pelita II | 1 April 1974-31 Maret 1979 | Sektor pertanian dan meningkatkan industri yang mengolah bahan mentah menjadi bahan baku. |
| 3. | Pelita III | 1 April 1979-31 Maret 1984 | Sektor pertanian dan meningkatkan industri yang mengolah bahan mentah menjadi barang jadi dan usaha swasembada pangan. |
| 4. | Pelita IV | 1 April 1984-31 Maret 1989 | Sektor pertanian dan meningkatkan industri yang dapat menghasilkan mesin-mesin industri sendiri dan melanjutkan usaha swasembada pangan. |
| 5. | Pelita V | 1 April 1989-31 Maret 1994 | Sektor pertanian untuk memantapkan swasembada pangan dan meningkatkan produktivitas pertanian lainnya, dan sektor industri khususnya industri yang menghasilkan barang untuk ekspor, industri yang banyak menyerap tenaga kerja, industri pengolahan hasil pertanian, serta industri yang dapat menghasilkan mesin-mesin industri sendiri. |
5. Berdasarkan teori Rostow, tahapan yang sedang dilalui oleh Indonesia pada saat ini adalah perekonomian transisi, di mana terjadi upaya peningkatan kesejahteraan melalui pembangunan ekonomi serta banyak terjadi perubahan nilai-nilai dan struktur kelembagaan yang berlaku di dalam masyarakat.
6. Lima prioritas pembangunan nasional dalam GBHN 1999-2004:
a) Membangun sistem politik yang demokratis serta mempertahankan persatuan dan kesatuan.
b) Mewujudkan supremasi hukum dan pemerintahan yang baik.
c) Mempercepat pemulihan ekonomi dan memperkuat landasan pembangunan berkelanjutan dan berkeadilan yang berdasarkan sistem ekonomi kerakyatan
d) Membangun kesejahteraan rakyat serta meningkatkan kualitas kehidupan beragama dan ketahanan budaya.
e) Meningkatkan pembanguna daerah.
7. Keberhasilan pembangunan ekonomi Indonesia diawali pada masa pemerintahan Orde Baru dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, swasembada pangan, program transmigrasi dan keluarga berencana, laju inflasi yang dapat diterima, serta peningkatan ekspor non migas. Akan tetapi, keberhasilan tersebut banyak bergantung pada bantuan luar negeri, sehingga mengakibatkan perekonomian hancur ketika krisis melanda di tahun 1997. Kemudian, pada masa reformasi, pemerintah berhasil menciptakan kehidupan politik yang lebih demokratis dan dinamis. Kegagalan terbesar dalam pembangunan ekonomi Indonesia, mulai dari pemerintahan Orde Baru hingga saat ini adalah korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
8. Tahapan dalam perencanaan pembangunan nasional:
a) Penyusunan rencana
Pertama-tama, menyiapkan rancangan rencana pembangunan yang bersifat teknokratik, menyeluruh, dan terukur. Kedua, masing-masing instansi pemerintah menyiapkan rancangan rencana kerja dengan berpedoman pada rancangan rencana kerja yang telah disiapkan. Ketiga, melibatkan masyarakat dan menyelaraskan rencana pembangunan yang dihasilkan oleh masing-masing jenjang pemerintahan melalui musyawarah perencanaan pembangunan. Keempat, menyusun rancangan akhir rencana pembangunan.
b) Penetapan rencana
Tujuan penetapan rencana adalah untuk menetapkan rencana yang telah dibuat menjadi sebuah produk hukum, sehingga mengikat semua pihak untuk melaksanakannya.
c) Pengendalian pelaksanaan rencana
Pengendalian pelaksanaan rencana dimaksudkan untuk menjamin tercapainya tujuan dan sasaran yang tertuang dalam rencana.
d) Evaluasi pelaksanaan rencana
Tahap ini dilakukan dengan mengumpulkan dan menganalisis data dan informasi yang tersedia, tujuannya untuk menilai pencapaian tujuan dan sasaran serta kinerja pembangunan.
9. Pola perencanaan pembangunan:
a) Rencana Pembangunan Jangka Pendek (RPJP)
RPJP merupakan dokumen perencanaan untuk periode 20 tahun. RPJP terdiri dari RPJP nasional yang disusun oleh menteri dan ditetapkan berdasarkan undang-undang, dan RPJP daerah yang disusun oleh Kepala Bappeda dan ditetapkan berdasarkan peraturan kepala daerah.
b) Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
RPJM merupakan dokumen perencanaan untuk periode lima tahun. RPJM terdiri dari RPJM nasional yang disusun oleh menteri dan ditetapkan berdasarkan keputusan presiden, dan RPJM daerah yang disusun oleh Kepala Bappeda dan ditetapkan berdasarkan peraturan kepala daerah.
c) Rencana Pembangunan Tahunan (RPT)
RPT merupakan dokumen perencanaan untuk periode satu tahun. RPT terdiri dari RPT nasional yang disusun oleh menteri dan ditetapkan berdasarkan keputusan presiden, dan RPT daerah yang disusun oleh Kepala Bappeda dan ditetapkan berdasarkan peraturan kepala daerah.
10. (Jawaban berdasarkan pendapat masing-masing siswa)
Masalah pembangunan ekonomi Indonesia pada saat ini adalah korusi, kolusi, dan nepotisme (KKN), kenaikan harga BBM, inflasi, kemiskinan, rendahnya daya beli masyarakat, pengangguran, dan bencana alam.
BAB 3
A.
- A
- C
- B
- E
- C
- E
- B
- B
- (Alvin Hansen)
- D
B.
1. APBN adalah suatu daftar yang memuat rincian pendapatan dan pengeluaran negara untuk waktu tertentu, biasanya satu tahun. Saat ini, APBN dihitung sejak tanggal 1 Januari sampai dengan 31 Desember.
2. Tujuan penyusunan APBN adalah sebagai pedoman pendapatan dan pembelanjaan negara dalam melaksanakan tugas kenegaraan untuk meningkatkan produksi dan kesempatan kerja, dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kemakmuran masyarakat.
3. Fungsi APBN terdiri dari:
a) Fungsi alokasi.
Penghasilan dari pajak yang diterima dapat dialokasikan ke berbagai sektor pembangunan.
b) Fungsi distribusi
Pajak yang ditarik dari masyarakat dapat pula didistribusikan dalam bentuk dana subsidi dan dana pensiun.
c) Fungsi stabilisasi
APBN berfungsi sebagai pedoman agar pendapatan dan pengeluaran keuangan negara teratur sesuai dengan yang telah ditetapkan. Dengan demikian, akan mempermudah pencapaian berbagai sasaran yang telah ditetapkan.
4. Cara penyusunan APBN
Pertama-tama, tiap departeman yang dibiayai oleh keuangan negara mengajukan usul atau rencana penerimaan dan pembiayaaan kepada presiden. Usul tersebut akan dibahas oleh kelompok yang dibentuk untuk tujuan itu. Setelah disetujui, pemerintah mengajukan RAPBN ke DPR. Setelah dibahas dan disetujui oleh DPR, RAPBN tersebut kemudian disahkan menjadi APBN melalui undang-undang. Bila RAPBN tidak disetujui oleh DPR, pemerintah menggunakan APBN tahun sebelumnya. Pelaksanaan APBN diatur dengan keputusan presiden.
5. Maksud APBN Indonesia mengalami defisit adalah pengeluaran negara Indonesia lebih besar dari penerimaan negaranya.
6. Apabila terjadi defisit anggaran, pemerintah menutupi defist tersebut dengan utang swasta atau utang luar negeri.
7. Pembelanjaan negara:
a) Belanja pemerintah pusat
1. Belanja pegawai negeri dan TNI
2. Belanja barang
3. Belanja modal
4. Bunga dan cicilan utang
5. Subsidi
6. Belanja hibah
7. Bantuan sosial
8. Bantuan lain-lain
b) Belanja pemerintah daerah
1. Dana perimbangan
a. Dana bagi hasil
b. Dana Alokasi Umum (DAU)
c. Dana Alokasi Khusus (DAK)
2. Dana otonomi khusus dan penyesuaian
8. Kebijakan fiskal adalah kebijakan penyesuaian di bidang pengeluaran dan penerimaan negara untuk memperbaiki keadaan ekonomi.
9. Empat jenis pembiayaan:
a) Pembiayaan fungsional
Pembiayaan pengeluaran pemerintah ditentukan sedemikian rupa sehingga tidak berpengaruh langsung terhadap pendapatan nasional. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan kesempatan kerja.
b) Pengelolaan anggaran
Penerimaan dan pengeluaran pemerintah dari perpajakan dan pinjaman adalah paket yang tidak dapat dipisahkan dalam rangka menciptakan kestabilan ekonomi.
c) Stabilisasi anggaran otomatis
Dalam stabilisasi anggaran ini diharapkan (atau dengan sendirinya) terdapat keseimbangan antara penerimaan dan pengeluaran tanpa campur tangan pemerintah yang sengaja.
d) Anggaran belanja seimbang
Cara yang diberlakukan dalam hal ini adalah anggaran yang disesuaikan dengan keadaan. Tujuannya adalah untuk tercapainya anggaran berimbang dalam jangka panjang.
10. Jenis-jenis anggaran yang biasa diterapkan dalam penyusunan APBN:
a) Penerimaan Perpajakan
b) Penerimaan Bukan Pajak
c) Belanja Pemerintah Pusat
d) Belanja Pemerintah Daerah
e) Pembiayaan Dalam Negeri
f) Pembiayaan Luar Negeri
BAB 4
A.
- C
- E
- D
- A
-
- E
- C
- A
- C
- A
B.
1. Yang diperdagangkan di bursa saham adalah saham dan obligasi.
2. Pasar modal mempengaruhi perekonomian melalui fungsinya sebagai sarana penambahan modal bagi badan usaha, sarana pemerataan pendapatan, sarana peningkatan kapasitas produksi, sarana penciptaan lapangan kerja, sarana peningkatan pendapatan negara, dan sebagai indikator perekonomian negara.
3. PT Dana Reksa bertugas untuk menjaga kestabilan bursa efek, di mana bisnis utamanya adalah mengelola dana dari masyarakat dengan menginvestasikannya ke berbagai saham.
4. Bapepam bertugas sebagai pelaksana, pengendali, dan pengawas pasar modal serta bertanggung jawab kepada menteri keuangan.
5. Bursa efek berfungsi sebagai tempat aktivitas jual beli saham dan obligasi. Sedangkan, Bapepam bertugas sebagai pelaksana, pengendali, dan pengawas bursa efek tersebut.
6. Fungsi pasar modal sebagai sarana untuk menampung tenaga kerja adalah sebagai berikut.
Keberadaan pasar modal dapat mendorong muncul dan berkembangnya industri lain yang berdampak pada terciptanya lapangan kerja. Contohnya, perusahaan X memperoleh tambahan modal dengan cara menjual saham ke pasar modal. Kemudian, tambahan modal tersebut digunakan untuk mendirikan perusahaan baru, yakni perusahaan Y. Perusahaan Y tentu akan membutuhkan tenaga kerja.
7. Fungsi pasar modal sebagai sarana untuk meningkatkan kapasitas produksi adalah sebagai berikut.
Dengan adanya tambahan modal yang diperoleh dari pasar modal, maka perusahaan dapat meningkatkan produksi. Contohnya, perusahaan A memperoleh tambahan modal dari pasar modal. Tambahan modal tersebut digunakan untuk membeli alat-alat dengan teknologi canggih, yang dapat meningkatkan produksi.
8. Pasar primer adalah pasar tempat pertama kalinya surat berharga diperjualbelikan oleh masyarakat atau investor. Sedangkan, pasar sekunder adalah pasar tempat memperjualbelikan surat berharga yang sudah beredar di pasar.
9. Saham adalah tanda kepemilikan seseorang atau badan dalam suatu perusahaan. Pemegang saham berhak memperolah dividen yang besarnya ditentukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Sedangkan, obligasi berisi kontrak antara pemberi pinjaman (pemodal) dengan yang diberi pinjaman (emiten). Setiap pemegang obligasi berhak menerima bunga dengan interval waktu penerimaan berdasarkan kontrak tersebut.
10. Keadaan politik dan ekonomi suatu negara memengaruhi pasar modal, karena masyarakat atau investor yang membeli saham atau obligasi membutuhkan kepastian dalam perolehan dividen (dari saham) atau bunga (dari obligasi). Jika keadaan politik dan ekonomi suatu negara baik, maka tingkat kepastian tersebut tinggi, sehingga pasar modal akan bergairah.
BAB 5
A.
1. D
2. D
3. B
4. C
5. C
6. E
7. B
8. B
9. C
10. B
B.
1. Selera juga dapat menjadi faktor penyebab terjadinya perdagangan internasional. Contohnya, meskipun buah apel juga ada di Indonesia, tetap saja Indonesia mengimpor apel dari Australia karena banyak orang indonesia yang menyukai apel dari Australia.
2. Ilustrasi teori keunggulan mutlak:
Tabel 1. Keunggulan mutlak Indonesia atas Jepang dalam produksi kopi (sebelum spesialisasi)
| Negara | Hasil | Dasar Tukar Dalam Negeri (DTDN) | |
| Kopi | Kalkulator | ||
| Indonesia | 40 | 8 | 1 kalkulator = 5 kopi |
| Jepang | 20 | 20 | 1 kalkulator = 1 kopi |
| Jumlah | 60 | 28 | |
Tabel 2. Keunggulan mutlak Indonesia dan Jepang (setelah spesialisasi)
| Negara | Hasil | |
| Kopi | Kalkulator | |
| Indonesia | 80 | - |
| Jepang | - | 40 |
Menurut teori keunggulan mutlak, perdagangan internasional terjadi ketika Indonesia berspesialisasi memproduksi kopi, sementara Jepang berspesialisasi memproduksi kalkulator. Keunggulan mutlak di sini adalah Indonesia mampu memproduksi kopi lebih banyak dari Jepang dan Jepang mampu memproduksi kalkulator lebih banyak dari Indonesia. Setelah perdagangan internasional, kopi yang dihasilkan lebih banyak (80) dari sebelumnya (60) dan demikian pula kalkulator labih banyak (40) dari sebelumnya (28). Selain itu, penduduk Indonesia dapat menukar lima kopi dengan lima kalkulator (lihat DTDN Jepang) dan penduduk Jepang dapat menukar satu kalkulator dengan lima kopi (lihat DTDN Indonesia).
3. Pada sistem kurs tetap, kurs ditetapkan oleh pemerintah. Sedangkan pada sistem kurs mengambang, kurs ditentukan oleh mekanisme permintaan dan penawaran.
4. Perdagangan internasional, terutama ekspor, dapat meningkatkan kesempatan kerja. Hal ini karena untuk menghasilkan barang ekspor tersebut dibutuhkan tenaga kerja.
5. Menurut teori keunggulan komparatif, dua negara akan tetap melakukan perdagangan internasional walaupun salah satu negara memiliki semua keunggulan, karena adanya perbedaan keunggulan komparatif juga dapat memberi keuntungan.
6. Berdasarkan data dalam daftar, ada kemungkinan terjadi perdagangan internasional antara Indonesia dan Australia. Australia memiliki keunggulan komparatif pada wol. Oleh karena DTDN internasional (1m wol = 1,75m batik) dan DTDN Australia (1m wol = 1,6 m batik) lebih kecil dibandingkan DTDN Indonesia (1m wol = 2m batik), maka Australia akan mengekspor wol ke Indonesia untuk ditukar dengan batik dari Indonesia.
7. (Jawaban berdasarkan pendapat masing-masing siswa)
Pernyataan Adam Smith tersebut benar, karena dengan memiliki keunggulan pada suatu barang, negara dapat berspesialisai pada barang tersebut dan mengekspornya untuk memperoleh keuntungan.
8. Tujuan dari:
1) Kuota : membatasi jumlah impor sehingga dapat melindungi industri dalam negeri.
2) Tarif : meningkatkan harga barang impor sehingga barang sejenis yang diproduksi di dalam negeri akan memilki daya saing.
3) Larangan impor : menghemat devisa
4) Dumping : meningkatkan permintaan dari luar negeri
Diskriminasi harga dilakukan atas dasar perjanjian atau dalam rangka perang tarif.
Perdagangan bebas adalah perdagangan internasional yang dilakukan dengan menghilangkan segala bentuk hambatan, baik tarif maupun non tarif.
9. Kenaikan impor akan meningkatkan permintaan terhadap valuta asing untuk memenuhi biaya impor tersebut. Adanya kenaikan permintaan terhadap valuta asing akan meningkatkan harga valuta asing tersebut (hukum permintaan). Sehingga, secara relatif harga mata uang di dalam negeri anjlok (terdepresiasi).
10. Devisa adalah segala mata uang asing yang beredar di dalam negeri suatu negara dan telah memiliki catatan kurs resmi di bank sentral. Fungsinya adalah sebagai berikut.
1) Alat tukar internasional
Devisa dibutuhkan untuk melakukan transaksi ekonomi dengan negara lain.
2) Alat pembayaran utang luar negeri
Pada umumnya, negara kreditur menginginkan agar negara debitur membayar utangnya dalam mata uang mereka.
3) Alat stabilisasi mata uang suatu negara
Agar nilai kurs suatu mata uang stabil, bank sentral membutuhkan cadangan devisa.
BAB 6
A.
- A
- C
- C
- B
- E
- C
- A
- C
- D
- (pinjaman otonom)
B.
1. Neraca pembayaran adalah suatu catatan sistematis yang berisi hubungan ekonomi atau transaksi antarpenduduk dari suatu negara dengan negara lainnya yang dinilai dalam mata uang pada kurun waktu tertentu, biasanya satu tahun.
2. Neraca jasa mencatat jumlah jasa yang diterima dari negara lain dan jumlah jasa yang diberikan ke negara lain.
3. Transaksi mendebet neraca pembayaran:
a) Mengimpor barang
Jika mengimpor barang, maka terdapat pembayaran untuk barang impor tersebut.
b) Memberi pinjaman pada negara lain
Transaksi ini mengakibatkan arus uang keluar.
c) Membayar bunga dan cicilan utang ke luar negeri.
Transaksi mengkredit neraca pembayaran:
a) Mengekspor barang
Jika mengekspor barang, maka negara pengekspor memperoleh uang dari pembayaran barang tersebut.
b) Menerima bunga dan cicilan pinjaman dari luar negeri
Transaksi ini menambah uang masuk.
c) Menerima pinjaman, baik jangka pendek maupun jangka panjang.
4. Defisit neraca pembayaran adalah situasi di mana nilai transaksi pada pos debet lebih besar daripada nilai transaksi pada pos kredit.
5. Kebaikan utang luar negeri adalah untuk mendanai proyek-proyek tertentu yang penting bagi rakyat. Sedangkan, keburukannya adalah negara harus membayar utang luar negeri dengan dana yang seharusnya dapat digunakan untuk kesejahteraan rakyat.
Evaluasi Semester
1. D
2. D
3. B
4. E
5. B
6. C
7. B
8. C
9. C
10. A
11. E
12. D
13. A
14. D
15. E
16. B
17. C
18. A
19. E
20. B
B.
1. Dependency Ratio adalah persentase jumlah penduduk di luar usia kerja dari total jumlah penduduk usia kerja. Semakin besar Dependency Ratio, semakin besar tanggungan penduduk produktif.
2. Iya, pengangguran friksional juga terdapat di negara-negara maju yang perekonomiannya mencapai tingkat penggunaan tenaga kerja penuh (full employment), di mana penganggur tidak melebihi 4%.
3. (Jawaban berdasarkan pendapat masing-masing siswa)
Setuju dengan pengiriman tenaga kerja ke luar negeri sebagai salah satu upaya penyediaan lapangan kerja bagi penduduk yang membutuhkan pekerjaan. Akan tetapi, sudah seharusnya pengiriman tenaga kerja tersebut dibekali dengan keterampilan terlebih dahulu dan diberikan jaminan keamanan dan keselamatan selama berada di luar negeri.
4. Kebijakan ekonomi makro untuk memulihkan roda perekonomian nasional:
1) Memulihkan dan memantapkan keamanan serta stabilitas politik
2) Meningkatkan kepastian hukum
3) Melaksanakan prinsip-prinsip penyelenggaraan negara dan pemerintahan yang baik
4) Mengamankan proses desentralisasi
5) Melaksanakan kebijakan fiskal dan moneter secara terpadu
6) Memulihkan fungsi intermediasi perbankan
7) Mempercepat restrukturisasi utang perusahaan
8) Mempercepat relokasi sumber daya pembangunan
5. Perbedaan pembangunan ekonomi dan pertumbuhan ekonomi adalah sebagai berikut.
a) Pembangunan ekonomi ditandai dengan laju kenaikan PDB yang melebihi kenaikan pertumbuhan penduduk. Sedangkan, pertumbuhan ekonomi hanya menekankan kenaikan PDB tanpa membandingkan dengan laju pertumbuhan penduduk.
b) Pembangunan ekonomi tidak hanya menekankan pada pertumbuhan secara fisik, melainkan juga perbaikan kelembagaan, kondisi ekonomi, sikap dan struktur yang ada supaya lebih berhasil guna dan berdaya guna. Sedangkan, pertumbuhan ekonomi hanya melihat kenaikan tanpa melihat akibat atau perbaikan kondisi yang ada.
6. (Jawaban berdasarkan pendapat masing-masing siswa)
Pembangunan ekonomi Indonesia belum dapat dikatakan berhasil, karena kenaikan PDB masih diikuti dengan laju pertumbuhan penduduk yang tinggi. Selain itu, kondisi ekonomi, sikap, dan struktur yang ada belum berdaya guna secara optimal.
7. Penerimaan dalam negeri
1) Penerimaan perpajakan
a) Pajak dalam negeri
i. Pajak penghasilan
1.Migas
2.Non migas
ii. Pajak pertambahan nilai
iii. Pajak bumi dan bangunan
iv. BPHTB
v. Cukai
vi. Pajak lainnya
b) Pajak perdagangan internasional
i. Bea masuk
ii. Pajak pemungutan ekpor
2) Penerimaan bukan pajak
a) Penerimaan sumber daya alam
i. Migas
ii. Non migas
b) Bagian laba BUMN
c) Penerimaan bukan pajak lainnya
8. Dampak APBN terhadap kegiatan ekonomi adalah pendapatan yang diterima oleh negara dapat digunakan dengan sebaik-baiknya untuk pembiayaan berbagai sektor pembangunan. Sehingga, mempermudah pencapaian tujuan yang telah ditetapkan.
9. Lembaga clearing sebagai instutusi yang berwenang untuk menyimpan dan mengatur arus perpindahan surat-surat berharga diperlukan karena perpindahan surat-surat berharga tidak mungkin dilakukan setiap kali terjadi transaksi.
10. Keuntungan yang timbul atas perdagangan saham adalah perusahaan penerbit saham dapat memperoleh modal tambahan dan pemegang saham dapat memperoleh dividen dan memiliki kesempatan untuk memperoleh capital gain.
11. Tujuan analisis sekuritas adalah mengetahui sekuritas dengan karakteristik mispriced, yaitu sekuritas yang harganya sangat tinggi atau sangat rendah (tidak stabil dalam hal pergerakan harga di bursa).
12. Penyebab terjadinya perdagangan internasional:
a) Perbedaan sumber daya alam
Untuk mendapatkan sumber daya alam yang dibutuhkan dan tidak dimiliki suatu negara, diperlukan pertukaran antarnegara yang menyebabkan terjadinya perdagangan internasional.
b) Selera
c) Efisiensi
Perdagangan internasional memungkinkan suatu negara dapat memasarkan hasil produksi pada banyak negara.
d) Perbedaan teknologi
Negara yang menggunakan teknologi maju dapat menjual barang dengan harga yang lebih murah pada negara yang teknologinya sederhana.
13. Keunggulan mutlak perdagangan internasional adalah lebih banyak jumlah produksi yang dihasilkan dan dapat memperoleh barang yang dibutuhkan dengan harga yang lebih murah sebagai akibat spesialisasi pada produksi barang yang produktivitasnya lebih tinggi.
14. Informasi pada neraca pembayaran yang dapat dijadikan bahan pertimbangan bagi pemerintah untuk mengambil kebijakan di bidang moneter adalah informasi jumlah cadangan devisa. Jika cadangan devisa sudah menipis, maka pemerintah membuat kebijakan untuk menambah devisa atau menghemat devisa.
15. Pengaruh utang luar negeri terhadap penyerapan tenaga kerja adalah sebagai berikut.
Utang luar negeri dapat digunakan untuk mendanai proyek-proyek yang penting bagi rakyat, diantaranya yang padat karya, sehingga dapat menyerap tenaga kerja.
Bab 7
A. Pilihan Ganda
- D
- D
- A
- A
- A
- C
- B
- E
- C
- B
B. Esai
- Akuntansi disebut sebagai bahasa bisnis karena dengan akuntansi diperoleh informasi mengenai keadaan perusahaan yang digunakan oleh manajemen perusahaan untuk mengambil berbagai keputusan bisnis.
- Profesi-profesi yang ditawarkan oleh akuntansi adalah akuntan perusahaan, akuntan publik, akuntan pemerintah, dan akuntan pendidik.
- Akuntan perusahaan adalah akuntan yang bekerja dalam perusahaan dan bertanggung jawab atas fungsi akuntansi perusahaan. Sedangkan, akuntan publik adalah akuntan independen yang memberikan jasa dalam bidang akuntansi kepada perusahaan. Intinya, akuntan perusahaan berstatus karyawan perusahaan sedangkan akuntan publik bukanlah karyawan perusahaan.
- Bidang akuntansi yang paling banyak digunakan oleh kepala bagian produksi adalah akuntansi biaya. Bidang akuntansi ini berhubungan dengan perencanaan, penetapan, dan pengendalian biaya produksi.
- Bidang akuntansi yang paling banyak digunakan oleh akuntan publik adalah auditing. Bidang akuntansi ini mengkhususkan pada pemeriksaan catatan-catatan akuntansi secara independen.
- Bidang akuntansi yang paling banyak memberikan informasi kepada investor asing adalah akuntansi keuangan. Bidang akuntansi ini bermanfaat bagi pihak eksternal perusahaan karena menyajikan laporan keuangan perusahaan yang mengacu pada prinsip akuntansi yang berlaku umum.
- Tujuan utama dari penyelenggaraan pembukuan (akuntansi) adalah menghasilkan informasi akuntansi yang digunakan untuk pengambilan keputusan oleh pemakai informasi akuntansi. Pihak yang menyelenggarakan pembukuan adalah bagian akuntansi perusahaan.
- Tata buku adalah pencatatan data bisnis dengan cara yang telah ditetapkan sebelumnya. Sedangkan, akuntansi adalah sistem pencatatan yang bertujuan mempersiapkan laporan keuangan berdasarkan data yang ada.
- Standar Akuntansi Keuangan (SAK) perlu direvisi karena adanya penyesuaian dengan kondisi kehidupan social dan ekonomi masyarakat. Pihak yang berwenang merevisi (SAK) adalah Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). SAK terakhir direvisi pada tahun 2004.
- Karena RUU Reformasi Perusahaan dan Profesi Akuntan bertujuan mencegah terjadinya praktek-praktek menyimpang yang akan merugikan pihak-pihak yang berkepentingan dengan perusahaan dan mengembalikan integritas akuntan publik sebagai pihak yang memegang peranan penting dalam menilai kinerja manajemen perusahaan.
Bab 8
A. Pilihan Ganda
- D
- A
- B
- B
- A
- A
- B
- D
- C
- A
B. Esai
- Dua transaksi yang mengubah harta di satu pihak dan mengurangi harta di pihak lain adalah penjualan peralatan secara tunai dan pembelian perlengkapan secara tunai.
- Penjualan peralatan secara tunai
X menjual peralatan secara tunai ke Y. Kas X bertambah sedangkan kas Y berkurang.
- Pembelian perlengkapan secara tunai
P membeli perlengkapan dari Q. Kas P berkurang sedangkan kas Q bertambah.
2. Kegunaan penyusunan persamaan akuntansi adalah untuk mengetahui pengaruh dari suatu transaksi terhadap posisi keuangan perusahaan.
- Hubungan transaksi keuangan dengan persamaan akuntansi adalah transaksi digunakan sebagai dasar menyusun persamaan akuntansi yang mempengaruhi posisi harta, utang, dan modal perusahaan.
- Laporan keuangan berguna untuk menyediakan informasi yang berhubungan dengan posisi keuangan dan kinerja perusahaan yang bermanfaat bagi pemakai informasi akuntansi untuk mengambil keputusan bisnis.
- Neraca berguna untuk mengetahui dampak keuangan dari transaksi atau kejadian ekonomi terhadap perusahaan. Laporan laba-rugi berguna untuk mengetahui besarnya laba atau rugi perusahaan dalam periode tertentu. Sedangkan, laporan perubahan modal berguna untuk mengetahui perubahan modal setelah perusahaan melakukan kegiatannya selama periode tertentu.
- Kebaikan dari neraca yang disusun dengan bentuk skontro adalah terdapat pembedaan tempat pencatatan harta, utang, dan modal. Sehingga, lebih memudahkan dalam membaca laporan neraca perusahaan.
- Laporan dalam neraca sangat penting bagi pemilik karena terdapat laporan mengenai modal pemilik di dalam neraca tersebut.
- Laporan arus kas dengan metode tidak langsung lebih banyak digunakan karena metode ini lebih mudah disusun daripada metode langsung. Pada metode tidak langsung terdapat proses rekonsiliasi laba bersih dengan pos-pos yang menambah dan menguranginya untuk menentukan arus uang keluar atau masuk dari kegiatan operasi.
- Karena pada dasarnya letak perbedaan laporan arus kas metode langsung dan tidak langsung hanya pada penyusunan arus kas kegiatan operasi. Walaupun menggunakan metode yang berbeda, arus kas kegiatan operasi akan menghasilkan nilai yang sama dengan menggunakan kedua metode tersebut.
- Pengaruh kesalahan pencatatan akan mengurangi jumlah modal yang tercatat di dalam neraca. Karena pos yang salah catat tersebut akan dikembalikan ke sisi debet neraca dan mengurangi sisi kredit neraca.
Bab 9
A. Pilihan Ganda
- C
- E
- A (ralat: terlampir)
Kas
| Tanggal | Keterangan | Ref | Debet | Kredit | D/K | Saldo |
| 30-Sep | Penerimaan Jasa | | 10.000,00 | | D | 10.000,00 |
| | | | | | | |
| | | | | | | |
| | | | | | | |
Piutang
| Tanggal | Keterangan | Ref | Debet | Kredit | D/K | Saldo |
| 30-Sep | Penerimaan Jasa | | 2.000,00 | | D | 2.000,00 |
| | | | | | | |
| | | | | | | |
Pendapatan Jasa
| Tanggal | Keterangan | Ref | Debet | Kredit | D/K | Saldo |
| 30-Sep | Penerimaan Jasa | | | 12.000,00 | K | 12.000,00 |
| | | | | | | |
| | | | | | | |
- B
- A
- D
- B
- D
- B
- A
B. Esai
- Tiga contoh transaksi internal adalah penetapan piutang tak tertagih, metode penyusutan harta tetap, dan pemakaian perlengkapan. Sedangkan, tiga contoh transaksi eksternal adalah pemberian jasa dengan pembayaran tunai, pemberian jasa dengan pembayaran kredit, dan pembayaran sewa gedung.
- Transaksi penjualan secara tunai tidak menggunakan faktur sebagai bukti pencatatan karena faktur adalah bukti pencatatn transaksi secara kredit.
- Memo antarbagian adalah bukti transaksi yang dibuat oleh bagian-bagian yang terdapat dalam perusahaan untuk kepentingan perusahaan itu sendiri. Contohnya adalah memo bagian piutang kepada manajer akuntansi yang berisi pemberitahuan besarnya estimasi piutang tak tertagih pada tahun 2006.
- Harta bertambah di debet; berkurang di kredit. Utang bertambah di kredit; berkurang di debet. Modal bertambah di kredit; berkurang di debet.
- Pendapatan bertambah di kredit; berkurang di debet; Beban bertambah di debet; berkurang di kredit.
- Jurnal adalah media dalam proses akuntansi yang menjadi dasar bagi penentuan ke akun mana suatu transaksi dicatat, berapa jumlah uang yang dicatat, di sisi mana dicatat, dan keterangan singkat tentang transaksi.
Ada beberapa fungsi jurnal yaitu sebagai berikut.
- Fungsi pencatatan
Jurnal menentukan ke akun mana dan dengan jumlah berapa suatu transaksi dicatat.
- Fungsi historis
Jurnal dicatat dengan mendahulukan transaksi yang lebih dulu dilakukan sesuai dengan urutan waktu terjadinya.
- Fungsi analisis
Sebelum dicatat ke dalam jurnal, bukti transaksi dianalisis terlebih dahulu validitasnya.
- Fungsi instruktif
Jurnal berfungsi sebagai instruksi bahwa akun harus dicatat sesuai dengan apa yang tercatat pada jurnal.
- Fungsi informatif
Jurnal memberikan informasi tanggal, nama akun, jumlah uang dan keterangan singkat mengenai transaksi.
7. Aturan pencatatan transaksi ke dalam akun adalah sebagai berikut.
- Catat tanggal terjadinya transaksi pada kolom tanggal sesuai dengan tanggal yang tercantum pada bukti transaksi.
- Isilah kolom bukti dengan nomor bukti transaksi.
- Pada kolom akun/keterangan, tuliskan akun-akun yang mengalami perubahan akibat transaksi.
- Isilah kolom debet/kredit sesuai dengan jumlah uang yang terlibat dalam transaksi.
8. Hubungan antara jurnal dengan akun adalah jurnal berguna sebagai media pencatatan transaksi dalam perusahaan yang menjadi dasar untuk pencatatan ke dalam akun. Ibaratnya, jurnal adalah ‘jembatan’ antara transaksi dengan akun.
9. Referensi pada halaman jurnal perlu diisi untuk mencatat kode akun ketika jurnal dipindahkan ke buku besar.
10. Akun tidak dapat diposting tanpa jurnal karena yang diposting ke dalam buku besar adalah jurnal. Jurnal adalah pencatatan atas dasar transaksi. Tidak adanya pencatatan berarti tidak ada yang dapat diposting ke dalam buku besar.
Bab 10
A. Pilihan Ganda
1. C
2. D
3. E
4. A
5. D
6. B
7. D
8. E
9. B
10. D
B. Esai
1. Neraca saldo berfungsi untuk menguji apakah transaksi telah diposkan ke akunnya dengan benar, selain untuk menguji apakah jumlah yang diposkan ke buku besar telah mencerminkan nilai transaksi yang sebenarnya.
2. Langkah-langkah penyelesaian kertas kerja adalah sebagai berikut.
a. Isilah kolom nomor akun, nama akun, dan saldo setiap akun sesuai dengan yang terdapat dalam buku besar ke neraca saldo.
b. Isilah kolom jurnal penyesuaian yang telah dibuat sebelumnya. Akun tambahan yang muncul diletakkan di bawah akun-akun buku besar.
c. Isilah kolom neraca saldo yang disesuaikan dengan mengkombinasikan saldo neraca saldo dengan saldo penyesuaian.
d. Isilah kolom laba-rugi dengan akun-akun nominal.
e. Isilah kolom neraca dengan akun-akun riil.
3. Kesalahan dalam menyiapkan neraca saldo berupa kesalahan mencatat angka ke neraca saldo dapat menyebabkan neraca saldo tidak seimbang karena kesalahan mencatat angka tersebut dapat membuat salah satu sisi di dalam neraca saldo lebih besar daripada sisi lainnya.
4. Deferal adalah penundaan pengakuan beban dan pendapatan yang transaksiya telah dicatat ke dalam akun. Contohnya adalah pendapatan sewa diterima di muka. Sedangkan akrual adalah pengakuan beban atau pendapatan yang terjadi tetapi belum dicatat ke dalam akun. Contohnya adalah pendapatan jasa yang masih harus diterima.
5. Jurnal penyesuaian untuk penyusutan harta (aktiva) tetap perlu dibuat untuk menyisihkan beban-beban yang berkaitan dengan harta tetap tersebut. Karena apabila penyusutan tidak dilakukan secara periodik beban penyusutan akan sangat besar di masa yang akan datang. Hal tersebut akan membuat laba yang diraih perusahaan menjadi fluktuatif (terjadi perubahan signifikan).
Bab 11
A. Pilihan Ganda
1. B
2. D
3. D
4. E
5. C
6. E (ralat: Rp500,00)
7. D
8. D
9. B
10. E
B. Esai
1. Laporan keuangan yang lazim digunakan dalam laporan tahunan perusahaan adalah neraca, laporan laba-rugi, laporan perubahan modal, dan laporan arus kas.
2. Hal-hal yang perlu diperhatikan ketika menyusun laporan laba-rugi, laporan perubahan modal, dan neraca adalah akun-akun yang masuk dalam laporan keuangan tersebut dan format laporan keuangan yang digunakan.
3. Ketentuan membuat jurnal penutup adalah sebagai berikut.
a. Memindahkan saldo akun-akun beban ke akun laba-rugi.
b. Memindahkan saldo akun pendapatan ke akun laba-rugi
c. Memindahkan saldo akun laba-rugi sesuai dengan bentuk perusahaan.
4. Neraca saldo setelah penutupan berguna untuk mengetahui apakah saldo-saldo akun riil seimbang dan sebagai dasar membuka buku besar tahun berikutnya.
5. Tujuan pembuatan jurnal pembalik di awal periode akuntansi adalah memudahkan pencatatan transaksi yang berhubungan dengan akun-akun deferral dan akrual pada periode yang bersangkutan.
6. Beban dibayar di muka adalah transaksi yang pada saat terjadinya dianggap sebagai harta, tetapi akan menjadi beban di kemudian hari. Contohnya adalah beban sewa dibayar di muka.
7. Beban dibayar kemudian (beban yang masih harus dibayar) adalah beban atau kewajiban yang sudah menjadi beban dilihat dari segi waktu, tetapi belum dibayar dan dicatat. Contohnya adalah beban gaji yang masih harus dibayar.
8. Pendapatan yang masih harus diterima (piutang penghasilan) adalah pendapatan yang sudah menjadi hak dilihat dari segi waktu tetapi belum diterima karena belum jatuh tempo.
9. Pendapatan diterima di muka adalah transaksi yang sejak awalnya dicatat sebagai kewajiban, tetapi akan menjadi pendapatan di kemudian hari selama periode akuntansi
10. Laba yang diperoleh perusahaan berada di neraca sebelah kredit karena laba merupakan komponen modal perusahaan. Seperti yang kamu ketahui, Akun Modal berada di neraca sebelah kredit.
Soal-soal Latihan Semester Genap
A. Pilihan Ganda
1. C
2. B (ralat: akuntansi keuangan)
3. E
4. A
5. B
6. C
7. B
8. E
9. D
10. E
11. E
12. C
13. A
14. B
15. E
Ralat:
Bunga diterima di muka Rp50.000,00
Pendapatan bunga Rp50.000,00
- D
- B
- D
- C
- E
B. Esai
- a. Laporan laba-rugi (single step)
Bioskop Jaya
Laporan Laba-Rugi
Periode 1 Jan-31 Des 2006
![]()
Pendapatan
Pendapatan penjualan karcis Rp 45.000.000,00
Beban-beban
Beban iklan Rp 4.000.000,00
Beban gaji pegawai Rp 10.000.000,00
Beban biaya perlengkapan Rp 850.000,00
Beban sewa film Rp 15.500.000,00
Beban listrik Rp 1.000.000,00
Beban asuransi Rp 600.000,00
Beban bunga Rp 150.000,00
Beban penyusutan gedung Rp 500.000,00
Beban penyusutan peralatan bioskop Rp 200.000,00
Total beban-beban Rp 32.800.000,00
![]()
Laba bersih Rp 12.200.000,00
![]()
b. Laporan perubahan modal
Bioskop Jaya
Laporan Perubahan Modal
per 31 Desember 2006
Modal per 1 Januari 2006 (awal) Rp 50.000.000,00
Laba bersih tahun 2006 Rp 12.200.000,00
Prive tahun 2006 Rp (650.000,00)
Pertambahan modal Rp 11.550.000,00
![]()
![]()
Modal per 31 Desember 2006 Rp 61.550.000,00
c. Laporan arus kas tidak dapat dibuat karena neraca tahun 2005 tidak tersedia.
d. Neraca
Bioskop Jaya
Neraca
Per 31 Desember 2006
![]()
HARTA UTANG DAN MODAL
Harta lancar Utang jangka pendek
Kas Rp 4.000.000,00 Utang usaha Rp 15.000.000,00
Asuransi dibyr di muka Rp 400.000,00 Utang gaji Rp 2.000.000,00
Perlengkapan kantor Rp 150.000,00
Total harta lancar Rp 4.550.000,00
Harta tetap Utang jangka panjang
Tanah Rp 2.000.000,00 Utang hipotik Rp 10.000.000,00
Gedung Rp 100.000.000,00 Total utang Rp 27.000.000,00
Ak.peny. Rp (30.000.000,00) Rp70.000.000,00
Modal
Prltn bskp Rp 20.000.000,00 Haji Sukma Rp 61.550.000,00
Ak.peny. Rp 8.000.000,00 Rp 12.000.000,00
Total harta tetap Rp84.000.000,00

Total harta Rp 88.550.000,00 Total utang&modal Rp 88.550.000,00
![]()
![]()
- Modal yang sebenarnya adalah sebagai berikut.
Harta = Utang + Modal
Berdasarkan keterangan yang terdapat di dalam soal seharusnya harta bertambah sebesar Rp 900.000,00 (a), Rp 450.000,00 (e), Rp 267.000,00 (f), dan Rp 950.000,00 (h). Harta juga berkurang sebesar Rp 297.000,00 (c). Jadi, harta seharusnya bertambah sebesar Rp 2.270.000,00.
Sedangkan utang bertambah sebesar Rp 125.000,00 (b) dan berkurang sebesar Rp 4.050.000,00 (d), Rp 540.000,00 (e), dan Rp 590.000,00 (h). Jadi, utang seharusnya berkurang sebesar Rp 5.055.000,00. Modal mengalami penurunan sebesar Rp 900.000,00 (g).
Jadi, besarnya modal setelah memperhitungkan kesalahan-kesalahan yang ada adalah sebesar Rp 78.900.000,00 – Rp 900.000,00 – Rp 2.270.000,00 – Rp 5.055.000,00 = Rp 69.775.000,00
- Jurnal umum
2006
2/9 Peralatan bengkel Rp 2.000.000,00
Perlengkapan bengkel Rp 750.000,00
Kas Rp 2.750.000,00
3/9 Beban sewa Rp 3.000.000,00
Kas Rp 3.000.000,00
4/9 Peralatan bengkel Rp 1.500.000,00
Utang usaha Rp 1.500.000,00
5/9 Kas Rp 800.000,00
Pendapatan servis Rp 800.000,00
6/9 Kas Rp 4.000.000,00
Pendapatan diterima di muka Rp 4.000.000,00
8/9 Beban gaji Rp 150.000,00
Kas Rp 150.000,00
9/9 Piutang usaha Rp 1.200.000,00
Pendapatan servis Rp 1.200.000,00
15/9 Perlengkapan bengkel Rp 600.000,00
Utang usaha Rp 600.000,00
16/9 Utang usaha Rp 1.500.000,00
Kas Rp 1.500.000,00
20/9 Beban telepon Rp 20.000,00
Kas Rp 20.000,00
22/9 Perlengkapan kantor Rp 150.000,00
Peralatan kantor Rp 400.000,00
Kas Rp 550.000,00
23/9 Prive Restoto Rp 150.000,00
Kas Rp 150.000,00
26/9 Kas Rp 900.000,00
Piutang usaha Rp 900.000,00
27/9 Kas Rp 600.000,00
Pendapatan reparasi Rp 600.000,00
28/9 Kas Rp 400.000,00
Pendapatan servis Rp 400.000,00
29/9 Beban gaji Rp 250.000,00
Kas Rp 250.000,00
30/9 Kas Rp 550.000,00
Piutang usaha Rp 550.000,00
111
Buku besar
Kas
| Tanggal | Keterangan | Ref | Debet | Kredit | Saldo debet | Saldo kredit |
| 01-Sep-06 | Modal Restoto | | 10.000.000 | | 10.000.000 | |
| 02-Sep-06 | Membeli peralatan dan perlengkapan bengkel | | | 2.750.000 | 7.250.000 | |
| 03-Sep-06 | Membayar beban sewa | | | 3.000.000 | 4.250.000 | |
| 05-Sep-06 | Menerima pendapatan jasa | | 800.000 | | 5.050.000 | |
| 06-Sep-06 | Menerima pendapatan jasa | | 4.000.000 | | 9.050.000 | |
| 08-Sep-06 | Membayar beban gaji | | | 150.000 | 8.800.000 | |
| 16-Sep-06 | Membayar utang usaha | | | 1.500.000 | 7.300.000 | |
| 20-Sep-06 | Membayar beban telepon | | | 20.000 | 7.280.000 | |
| 22-Sep-06 | Membeli peralatan dan perlengkapan kantor | | | 550.000 | 6.730.000 | |
| 23-Sep-06 | Prive | | | 150.000 | 6.580.000 | |
| 26-Sep-06 | Menerima pendapatan jasa | | 900.000 | | 7.480.000 | |
| 27-Sep-06 | Menerima pendapatan jasa | | 600.000 | | 8.080.000 | |
| 28-Sep-06 | Menerima pendapatan jasa | | 400.000 | | 8.480.000 | |
| 29-Sep-06 | Membayar beban gaji | | | 250.000 | 8.230.000 | |
| 30-Sep-06 | Menerima pembayaran piutang usaha | | 550.000 | | 8.780.000 | |
112
Piutang Usaha
| Tanggal | Keterangan | Ref | Debet | Kredit | Saldo debet | Saldo kredit |
| 09-Sep-06 | Piutang pendapatan | | 1.200.000 | | 1.200.000 | |
| 26-Sep-06 | Menerima pembayaran piutang | | | 900.000 | 300.000 | |
113
Perlengkapan Bengkel
| Tanggal | Keterangan | Ref | Debet | Kredit | Saldo debet | Saldo kredit |
| 02-Sep-06 | Membeli perlengkapan bengkel | | 750.000 | | 750.000 | |
| 15-Sep-06 | Membeli perlengkapan bengkel | | 600.000 | | 1.350.000 | |
114
Perlengkapan Kantor
| Tanggal | Keterangan | Ref | Debet | Kredit | Saldo debet | Saldo kredit |
| 22-Sep-06 | Membeli perlengkapan kantor | | 150.000 | | 150.000 | |
| | | | | | | |
121
Peralatan Bengkel
| Tanggal | Keterangan | Ref | Debet | Kredit | Saldo debet | Saldo kredit |
| 02-Sep-06 | Membeli peralatan bengkel | | 2.000.000 | | 2.000.000 | |
| 04-Sep-06 | Membeli peralatan bengkel | | 1.500.000 | | 3.500.000 | |
122
Peralatan Kantor
| Tanggal | Keterangan | Ref | Debet | Kredit | Saldo debet | Saldo kredit |
| 22-Sep-06 | Membeli peralatan kantor | | 400.000 | | 400.000 | |
| | | | | | | |
211
Utang Usaha
| Tanggal | Keterangan | Ref | Debet | Kredit | Saldo debet | Saldo kredit |
| 04-Sep-06 | Membeli peralatan bengkel | | | 1.500.000 | | 1.500.000 |
| 15-Sep-06 | Membeli perlengkapan bengkel | | | 600.000 | | 2.100.000 |
| 16-Sep-06 | Dibayar utang usaha | | 1.500.000 | | | 600.000 |
212
Pendapatan diterima di muka
| Tanggal | Keterangan | Ref | Debet | Kredit | Saldo debet | Saldo kredit |
| 06-Sep-06 | Pendapatan servis | | | 4.000.000 | | 4.000.000 |
| | | | | | | |
311
Modal Restoto
| Tanggal | Keterangan | Ref | Debet | Kredit | Saldo debet | Saldo kredit |
| 01-Sep-06 | Penyetoran modal berupa kas | | | 10.000.000 | | 10.000.000 |
| | | | | | | |
312
Prive Restoto
| Tanggal | Keterangan | Ref | Debet | Kredit | Saldo debet | Saldo kredit |
| 23-Sep-06 | Pengambilan prive | | 150.000 | | 150.000 | |
| | | | | | | |
411
Pendapatan Servis
| Tanggal | Keterangan | Ref | Debet | Kredit | Saldo debet | Saldo kredit |
| 05-Sep-06 | Diterima pendapatan servis | | | 800.000 | | 800.000 |
| 09-Sep-06 | Diterima pendapatan servis | | | 1.200.000 | | 2.000.000 |
| 28-Sep-06 | Diterima pendapatan servis | | | 400.000 | | 2.400.000 |
| 30-Sep-06 | Diterima pendapatan servis | | | 550.000 | | 2.950.000 |
412
Pendapatan Reparasi
| Tanggal | Keterangan | Ref | Debet | Kredit | Saldo debet | Saldo kredit |
| 27-Sep-06 | Diterima pendapatan reparasi | | | 600.000 | | 600.000 |
| | | | | | | |
511
Beban Gaji
| Tanggal | Keterangan | Ref | Debet | Kredit | Saldo debet | Saldo kredit |
| 08-Sep-06 | Membayar beban gaji | | 250.000 | | 250.000 | |
| 29-Sep-06 | Membayar beban gaji | | 250.000 | | 500.000 | |
| | | | | | | |
512
Beban Sewa
| Tanggal | Keterangan | Ref | Debet | Kredit | Saldo debet | Saldo kredit |
| 03-Sep-06 | Membayar beban sewa | | 3.000.000 | | 3.000.000 | |
| | | | | | | |
513
Beban Telepon
| Tanggal | Keterangan | Ref | Debet | Kredit | Saldo debet | Saldo kredit |
| 20-Sep-06 | Membayar beban telepon | | 20.000 | | 20.000 | |
| | | | | | | |
4. Jurnal penyesuaian dan jurnal pembalik
a. Jurnal penyesuaian
Pendapatan sewa 2.000.000
Sewa diterima di muka 2.000.000
Ket: 20/24 x Rp 2.400.000 = Rp 2.000.000
Jurnal pembalik
Sewa diterima di muka 2.000.000
Pendapatan sewa 2.000.000
b. Jurnal penyesuaian
Sewa diterima di muka 400.000
Pendapatan sewa 400.000
Ket: 4/24 x Rp 2.400.000 = Rp 400.000
Jurnal pembalik
Pendapatan sewa 400.000
Sewa diterima di muka 400.000
c. Jurnal penyesuaian
Pendapatan bunga 24.000
Bunga diterima di muka 24.000
Ket: 2/12 x 12% x Rp 1.200.000 = Rp 24.000
Jurnal pembalik
Bunga diterima di muka 24.000
Pendapatan bunga 24.000
d. 1) Jurnal penyesuaian
Bunga diterima di muka 24.000
Pendapatan bunga 24.000
Ket: 2/12 x 12% x Rp 1.200.000 = Rp 24.000
Jurnal pembalik
Pendapatan bunga 24.000
Bunga diterima di muka 24.000
2) Jurnal penyesuaian
Pendapatan bunga 48.000
Bunga diterima di muka 48.000
Ket: 4/12 x 12% x Rp 1.200.000 = Rp 48.000
Jurnal pembalik
Bunga diterima di muka 48.000
Pendapatan bunga 48.000
e. 1) Jurnal penyesuaian
Bunga diterima di muka 100.000
Pendapatan bunga 100.000
Ket: Ket: 2/12 x 12% x Rp 5.000.000 = Rp 100.000
Jurnal pembalik
Pendapatan bunga 100.000
Bunga diterima di muka 100.000
2) Jurnal penyesuaian
Pendapatan bunga 200.000
Bunga diterima di muka 200.000
Ket: Ket: 4/12 x 12% x Rp 5.000.000 = Rp 100.000
Jurnal pembalik
Bunga diterima di muka 200.000
Pendapatan bunga 200.000
f. Jurnal penyesuaian
Pendapatan bunga 300.000
Bunga diterima di muka 300.000
Jurnal pembalik
Bunga diterima di muka 300.000
Pendapatan bunga 300.000
g. Jurnal penyesuaian
Beban gaji 400.000
Utang gaji 400.000
Jurnal pembalik
Utang gaji 400.000
Beban gaji 400.000
h. Jurnal penyesuaian
Beban sewa 2.950.000
Utang sewa 2.950.000
Jurnal pembalik
Utang sewa 2.950.000
Beban sewa 2.950.000
i. Tidak ada jurnal penyesuaian
Apabila diasumsikan hari Sabtu terakhir dalam bulan Desember jatuh pada tanggal 25 Desember. Maka, jurnal penyesuaian yang dapat dibuat adalah sebagai berikut.
Beban gaji 250.000
Utang gaji 250.000
j. Jurnal penyesuaian
Beban penyusutan gedung toko 1.000.000
Akumulasi penyusutan gedung toko 1.000.000
Beban penyusutan gedung kantor 750.000
Akumulasi penyusutan gedung kantor 750.000
Beban penyusutan alat pengangkutan 1.250.000
Akumulasi penyusutan alat pengangkutan 1.250.000
Beban amortisasi Patent 250.000
Patent 250.000
Tidak ada jurnal pembalik
k. Jurnal penyesuaian
Beban penghapusan piutang 500.000
Piutang usaha 500.000
Tidak ada jurnal pembalik.
5. a. Jurnal umum
1/9 Kas 6.000.000
Piutang usaha 1.000.000
Perlengkapan bengkel 1.250.000
Peralatan bengkel 6.200.000
Modal Andri 14.450.000
2/9 Sewa dibayar di muka 2.400.000
Kas 2.400.000
Asuransi dibayar di muka 3.000.000
Kas 3.000.000
4/9 Peralatan bengkel 2.000.000
Utang usaha 2.000.000
6/9 Kas 6.000.000
Piutang usaha 6.000.000
9/9 Beban iklan 80.000
Kas 80.000
11/9 Utang usaha 1.100.000
Kas 1.100.000
12/9 Piutang usaha 1.200.000
Pendapatan usaha 1.200.000
13/9 Beban gaji 400.000
Kas 400.000
17/9 Perlengkapan bengkel 950.000
Kas 950.000
20/9 Piutang usaha 1.100.000
Pendapatan usaha 1.100.000
24/9 Kas 1.850.000
Pendapatan usaha 1.850.000
27/9 Kas 1.200.000
Piutang usaha 1.200.000
30/9 Beban gaji 400.000
Beban telp & listrik 205.000
Kas 605.000
Kas 850.000
Pendapatan usaha 850.000
Prive Andri 1.200.000
Kas 1.200.000
b. Buku besar
11
Kas
| Tanggal | Keterangan | Ref | Debet | Kredit | Saldo debet | Saldo kredit |
| 1-Sep-06 | Modal pemilik | | 6.000.000 | | 6.000.000 | |
| 2-Sep-06 | Membayar sewa | | | 2.400.000 | 3.600.000 | |
| | Membayar asuransi | | | 3.000.000 | 600.000 | |
| 6-Sep-06 | Diterima pembayaran piutang | | 600.000 | | 1.200.000 | |
| 9-Sep-06 | Membayar beban iklan | | | 80.000 | 1.120.000 | |
| 11-Sep-06 | Membayar utang | | | 1.100.000 | 20.000 | |
| 13-Sep-06 | Membayar beban gaji | | | 400.000 | | 380.000 |
| 17-Sep-06 | Membeli perlengkapan bengkel | | | 950.000 | | 1.330.000 |
| 24-Sep-06 | Menerima pendapatan usaha | | 1.850.000 | | 520.000 | |
| 27-Sep-06 | Menerima pendapatan usaha | | 1.200.000 | | 1.720.000 | |
| 30-Sep-06 | Membayar beban telp&listrik | | | 605.000 | 1.115.000 | |
| | Menerima pendapatan usaha | | 850.000 | | 1.965.000 | |
| | Penarikan oleh pemilik | | | 1.200.000 | 765.000 | |
12
Piutang Usaha
| Tanggal | Keterangan | Ref | Debet | Kredit | Saldo debet | Saldo kredit |
| 1-Sep-06 | Modal pemilik | | 1.000.000 | | 1.000.000 | |
| 6-Sep-06 | Menerima pembayaran tagihan | | | 600.000 | 400.000 | |
| 12-Sep-06 | Pendapatan yang belum dibayar | | 1.200.000 | | 1.600.000 | |
| 20-Sep-06 | Pendapatan yang belum dibayar | | 1.100.000 | | 2.700.000 | |
| 27-Sep-06 | Menerima pembayaran tagihan | | | 1.200.000 | 1.500.000 | |
13
Perlengkapan Bengkel
| Tanggal | Keterangan | Ref | Debet | Kredit | Saldo debet | Saldo kredit |
| 1-Sep-06 | Modal pemilik | | 1.250.000 | | 1.250.000 | |
| 17-Sep-06 | Membeli perlengkapan bengkel | | 950.000 | | 2.200.000 | |
14
Peralatan Bengkel
| Tanggal | Keterangan | Ref | Debet | Kredit | Saldo debet | Saldo kredit |
| 1-Sep-06 | Modal pemilik | | 6.200.000 | | 6.200.000 | |
| 4-Sep-06 | Membeli peralatan bengkel | | 2.000.000 | | 8.200.000 | |
15
Asuransi Dibayar di Muka
| Tanggal | Keterangan | Ref | Debet | Kredit | Saldo debet | Saldo kredit |
| 2-Sep-06 | Membayar asuransi dibayar di muka | | 3.000.000 | | 3.000.000 | |
| | | | | | | |
16
Sewa Dibayar di Muka
| Tanggal | Keterangan | Ref | Debet | Kredit | Saldo debet | Saldo kredit |
| 2-Sep-06 | Membayar sewa dibayar di muka | | 2.400.000 | | 2.400.000 | |
| | | | | | | |
20
Utang Usaha
| Tanggal | Keterangan | Ref | Debet | Kredit | Saldo debet | Saldo kredit |
| 4-Sep-06 | Membeli peralatan secara kredit | | | 2.000.000 | | 2.000.000 |
| 11-Sep-06 | Dibayar utang usaha | | 1.100.000 | | | 900.000 |
30
Modal Andri
| Tanggal | Keterangan | Ref | Debet | Kredit | Saldo debet | Saldo kredit |
| 1-Sep-06 | Modal Andri | | | 14.450.000 | | 14.450.000 |
| | | | | | | |
31
Prive Andri
| Tanggal | Keterangan | Ref | Debet | Kredit | Saldo debet | Saldo kredit |
| 30-Sep-06 | Penarikan modal | | 1.200.000 | | 1.200.000 | |
| | | | | | | |
40
Pendapatan Usaha
| Tanggal | Keterangan | Ref | Debet | Kredit | Saldo debet | Saldo kredit |
| 12-Sep-06 | Menerima pendapatan | | | 1.200.000 | | 1.200.000 |
| 20-Sep-06 | Menerima pendapatan | | | 1.100.000 | | 2.300.000 |
| 24-Sep-06 | Menerima pendapatan | | | 1.850.000 | | 4.150.000 |
| 30-Sep-06 | Menerima pendapatan | | | 850.000 | | 5.000.000 |
50
Beban Gaji
| Tanggal | Keterangan | Ref | Debet | Kredit | Saldo debet | Saldo kredit |
| 13-Sep-06 | Membayar beban gaji | | 400.000 | | 400.000 | |
| 30-Sep-06 | Membayar beban gaji | | 400.000 | | 800.000 | |
51
Beban Iklan
| Tanggal | Keterangan | Ref | Debet | Kredit | Saldo debet | Saldo kredit |
| 9-Sep-06 | Membayar beban iklan | | 80.000 | | 80.000 | |
| | | | | | | |
52
Beban Telp&Listrik
| Tanggal | Keterangan | Ref | Debet | Kredit | Saldo debet | Saldo kredit |
| 30-Sep-06 | Membayar beban telp&listrik | | 205.000 | | 205.000 | |
| | | | | | | |
c. Neraca Saldo
Anditronics
Neraca Saldo
per 30 September 2006
| No. Akun | Nama Akun | Debet | Kredit |
| 11 | Kas | Rp765,000.00 | |
| 12 | Piutang Usaha | Rp1,500,000.00 | |
| 13 | Perlengkapan Bengkel | Rp2,200,000.00 | |
| 14 | Peralatan Bengkel | Rp8,200,000.00 | |
| 15 | Asuransi Dibayar di Muka | Rp2,400,000.00 | |
| 16 | Sewa Dibayar di Muka | Rp3,000,000.00 | |
| 20 | Utang Usaha | | Rp900,000.00 |
| 30 | Modal Andri | | Rp14,450,000.00 |
| 31 | Prive Andri | Rp1,200,000.00 | |
| 40 | Pendapatan Usaha | | Rp5,000,000.00 |
| 50 | Beban Gaji | Rp800,000.00 | |
| 51 | Beban Iklan | Rp80,000.00 | |
| 52 | Beban Telp&Listrik | Rp205,000.00 | |
| | | | |
| | | Rp20,350,000.00 | Rp20,350,000.00 |
d. Laporan Keuangan
Laporan laba-rugi (single step)
Andritronics
Laporan Laba-Rugi
per September 2006
![]()
Pendapatan
Pendapatan usaha Rp 5.000.000,00
Beban-beban
Beban gaji pegawai Rp 800.000,00
Beban iklan Rp 80.000,00
Beban biaya telp&listrik Rp 205.000,00
Total beban-beban Rp 1.085.000,00
![]()
Laba bersih Rp 3.915.000,00
b. Laporan perubahan modal
Andritronics
Laporan Perubahan Modal
per 31 September 2006
Modal per 1 Septemer 2006 (awal) Rp 14.450.000,00
Laba bersih tahun 2006 Rp 3.915.000,00
Prive tahun 2006 Rp(1.200.000,00)
Pertambahan modal Rp 2.715.000,00
![]()
![]()
Modal per 31 Sept 2006 Rp 17.165.000,00
c. Laporan arus kas tidak dapat dibuat karena neraca tahun 2005 tidak tersedia.
d. Neraca
Andritronics
Neraca
Per 31 Desember 2006
![]()
HARTA UTANG DAN MODAL
Harta lancar Utang jangka pendek
Kas Rp 765.000,00 Utang usaha Rp 900.000,00
Piutang Usaha Rp1.500.000,00
Perlengkapan Bengkel Rp2.200.000,00
Asuransi dibyr di muka Rp2.400.000,00
Sewa dibyr di muka Rp3.000.000,00
Total harta lancar Rp9.865.000,00
Harta tetap
Peralatan Bengkel Rp8.200.000,00 Total utang Rp 900.000,00
Modal
Modal Andri Rp 17.165.000,00

Total harta Rp 18.065.000,00 Total utang&modal Rp 18.065.000,00
![]()
![]()
e. Jurnal penyesuaian, jurnal penutup dan neraca saldo setelah penutupan
Jurnal penyesuaian
(1) Beban perlengkapan 780.000
Perlengkapan 780.000
(2) Beban penyusutan peralatan bengkel 750.000
Akumulasi penyusutan peralatan bengkel 750.000
(3) Beban gaji 100.000
Utang gaji 100.000
(4) Beban sewa 800.000
Sewa dibayar di muka 800.000
(5) Beban Asuransi 250.000
Asuransi dibayar di muka 250.000
Jurnal penutup
(1) Pendapatan usaha 5.000.000
Ikhtisar laba-rugi 5.000.000
(2) Iktisar laba-rugi 1.085.000
Beban gaji 800.000
Beban iklan 80.000
Beban telp&listrik 205.000
(3) Ikhtisar laba-rugi 3.915.000
Modal Andri 3.915.000
(4) Modal Andri 1.200.000
Prive Andri 1.200.000
Neraca saldo setelah penutupan
Andritronics
Neraca Saldo setelah Penutupan
per 30 September 2006
| No. Akun | Nama Akun | Debet | Kredit |
| 11 | Kas | Rp765,000.00 | |
| 12 | Piutang Usaha | Rp1,500,000.00 | |
| 13 | Perlengkapan Bengkel | Rp2,200,000.00 | |
| 14 | Peralatan Bengkel | Rp8,200,000.00 | |
| 15 | Asuransi Dibayar di Muka | Rp2,400,000.00 | |
| 16 | Sewa Dibayar di Muka | Rp3,000,000.00 | |
| 20 | Utang Usaha | | Rp900,000.00 |
| 30 | Modal Andri | | Rp17,165,000.00 |
| | | | |
| | | Rp18,065,000.00 | Rp18,065,000.00 |
No comments:
Post a Comment